Cintamu kepadaku tak bisa ditangkap oleh mata, tetapi diserap oleh pikiran. Ini adil, karena bahkan si buta pun bisa merasakannya. Aku sangat bahagya karena aku tidak buta, sehingga aku bisa menyaksikanmu melakukannya. Tetaplah seperti ini, istriku. Hingga nanti kita terpisah di penghujung waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar